Rabu, 09 Juli 2008

pemasaran dan kelayakan NPV, IRR, ROI dan payback Period

Cost & Benefits Analysis Setelah komponen biaya dan manfaat diketahui, maka cost & benefits analysis bisa dilakukan untuk menentukan apakah sebuah proyek sistem informasi layak atau tidak. Dalam analisa suatu investasi, terdapat dua aliran kas, aliran kas keluar (cash outflow) yang terjadi karena pengeluaran-pengeluaran untuk biaya investasi, dan aliran kas masuk (cash inflow) yang terjadi akibat manfaat yang dihasilkan oleh suatu investasi. Aliran kas masuk atau yang sering dikatakan pula sebagai proceed, merupakan keuntungan bersih sesudah pajak ditambah dengan depresiasi (bila depresiasi masuk dalam komponen biaya). Adapun metode-metode7 yang digunakan dalam cost & benefits analysis diantaranya adalah : payback period method, return on investment method, net present value method, dan internal rate of return method. Penjelasan dan contoh perhitungan dari metode-metode tersebut dapat dilihat dibawah ini.

a. Payback Period Method
Penilaian proyek investasi menggunakan metode ini didasarkan pada lamanya investasi tersebut dapat tertutup dengan aliran-aliran kas masuk, dan faktor bunga tidak dimasukan dalam perhitungan ini.
Sebagai misal : Sebuah Proyek Sistem Informasi Manajemen bernilai Rp. 20.000.000,-. Dan misalnya cash inflow tiap tahunnya adalah sama, yaitu sebesar Rp. 6.000.000,-. Maka periode pengembalian investasi ini adalah : Rp. 20.000.000,-/Rp. 6.000.000,- = 3,333 tahun. Ini berarti proyek investasi sistem informasi manajemen tersebut akan tertutup dalam waktu 3 tahun 3 bulan.

b. Return On Investment
Metode pengembalian investasi digunakan untuk mengukur prosentase manfaat yang dihasilkan oleh suatu proyek dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkannya. Sedangkan return on investment dari suatu proyek investasi dapat dihitung dengan rumus:
Berdasarkan data pada Lampiran-01, diketahui bahwa


ROI = (Total Manfaat - Total Biaya) / Total biaya
Apabila suatu proyek investasi mempunyai ROI lebih besar dari 0 maka proyek tersebut dapat diterima.

c. Net Present Value Method
Metode nilai sekarang bersih merupakan metode yang memperhatikan nilai waktu dari uang. Metode ini menggunakan suku bunga diskonto yang akan mempengaruhi cash inflow atau arus dari uang. Berbeda dengan metode payback period dan return on investment yang tidak memperhatikan nilai waktu dari uang (time value of money) atau time preference of money. Dalam metode ini satu rupiah nilai uang sekarang lebih berharga dari satu rupiah nilai uang dikemudian hari, karena uang tersebut dapat diinvestasikan atau ditabung atau didepositokan dalam jangka waktu tertentu dan akan mendapatkan tambahan keuntungan dari bunga. Net present value dapat dihitung dari selisih nilai proyek pada awal tahun dikurangi dengan tingkat bunga diskonto. Besarnya NPV dirumuskan sebagai berikut :

NPV = - nilai proyek +(cash inflow th. n/(1+i) n)

Keterangan : NPV = net present value
i = tingkat suku bunga diskonto
n = umur proyek investasi
Bila nilai net present value > 0, berarti investasi menguntungkan dan dapat diterima.
Berdasarkan data pada Lampiran - 01 akan coba dihitung besarnya nilai NPV dengan tingkat suku bunga diskonto yang diasumsikan adalah sebesar 15% pertahun.

d. Internal Rate of Return Method
Sama seperti NPV metode tingkat pengembalian internal atau IRR juga merupakan metode yang memperhatikan nilai waktu dari uang. Pada metode NPV tingkat bunga yang diinginkan telah ditetapkan sebelumnya, sedangkan pada metode IRR, kita justru akan menghitung tingkat bunga tersebut. Tingkat bunga yang akan dihitung ini merupakan tingkat bunga yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari tiap-tiap cash inflow yang didiskontokan dengan tingkat bunga tersebut sama besarnya dengan nilai sekarang dari initial cash outflow atau nilai proyek. Dengan kata lain tingkat bunga ini adalah merupakan tingkat bunga persis investasi bernilai impas, yaitu tidak menguntungkan dan juga tidak merugikan. Dengan mengetahui tingkat bunga impas ini, maka dapat dibandingkan dengan tingkat bunga pengembalian atau rate of return yang diinginkan, jika lebih besar berarti investasi menguntungkan dan bila sebaliknya investasi tidak menguntungkan. Misalnya IRR yang dihasilkan oleh sebuah proyek adalah 25% yang berarti proyek ini akan menghasilkan keuntungan dengan tingkat bunga 25%. Bila rate of return yang diinginkan adalah 20%, maka proyek dapat diterima kelayakannya.

Perhitungan Internal Rate of Return Menggunakan Microsoft Excel 2000
Bila diketahui Doremon berusaha mendirikan perusahaan jasa untuk mesin penjualannya agar berhasil mendapatkan laba yang dikehendaki, adapun data yang diperoleh sebagai berikut:

Uraian

Biaya - biaya
Pengadaan 2.000.000
Perangkat Keras 10.000.000
LCD 8.500.000
Softwere 5.500.000
Biaya Pelatihan 2.400.000
Biaya Pemeliharaan 1.400.000

Manfaat
tahun 1 =10.569.000
tahun 2 =13.897.000
tahun 3 = 19.520.000

Di tanyakan:
Layakkah bisnis ini dilanjutkan oleh Doremon?, bantulah mencari nilai NPV, ROI, IRR dan Payback Periodnya?.

4 komentar:

hargie mengatakan...

Bu, jawabannya mana? Terima kasih.

sang pendekar mengatakan...

terima kasih untuk artikelnya. pas banget, ane lagi nyari-nyari untuk bahan kuliah.

oia, jangan lupa mampir ke sini ya...

DJ-Awa mengatakan...

BU jawabannya mana ? saya sedang butuuh buat bikin proposal pengajuan kredit ke bank.

Tolong jawabannya di post ya bu? atau kalau bisa di kirim ke email saya ya antoniusfernado@yahoo.com

DJ-Awa mengatakan...

buat bang pendekar.... tau jawabannya tidak klo tau mohon di bagi2 pencerahannya. thanks